Blog

keuntungan investasi tanah kavling

5 Keuntungan Investasi Tanah Kavling yang Jarang diketahui

Reviewed by Yuli SE., MM

Kita akan membahas mengenai keuntungan investasi tanah kavling, Sudah menjadi pengetahuan investor jika tanah memiliki kenaikan capital gain yang tinggi. Umumnya, persentasenya mencapai 20-25%, namun, angka itu tentunya tergantung lokasi tanah tersebut berada.

Jika tanah tersebut berada di daerah berkembang dalam artian dengan akses dan infrastruktur yang terus dibangun, bisa jadi kenaikan gain beberapa tahun ke depan bisa mencapai 100 hingga 200% Sebaliknya, jika tanah itu berada di daerah yang kurang bersinar, maka bisa jadi kenaikan gain tidak mencapai angka pada umumnya. Berikut ini beberapa keuntungan investasi tanah kavling.

 

1. Memiliki Nilai Tambah

Memiliki nilai tambah adalah keuntungan investasi tanah yang kedua. Jika punya tanah yang cukup luas, kamu dapat menggandakan berkali-kali lipat investasi tanah yang kamu miliki. Caranya?

Kamu dapat membuat perumahan dengan sistem cluster. Dengan begitu, otomatis harga tanah kamu akan menjadi lebih mahal dan tentunya keuntungan yang kamu raih dapat berbuah karena kamu bisa menjual 5-10 rumah. Perlu diingat bahwa tetap saja akses infrastrukur tetap harus diperhatikan agar cluster yang kamu jual laku.

2. Capital Gain

Siapapun tahu harga tanah terus menerus mengalami kenaikan. Persentasenya bisa mencapai 20 persen-25 persen tiap tahunnya, atau dua kali lipat setelah 5 tahun ke depan. Nilai plus inilah yang menjadikan investasi tanah cocok bagi pemula.

3. Dapat dibuat Bisnis Lain

Salah satu kelebihan investasi tanah kavling adalah peruntukannya dapat dipindahkan ke bisnis lainya.

Jika tanah kamu mungkin dekat sekolahan atau tempat kerja, kamu dapat menggunakan lahan kosongmu untuk parkir. Pilihan lain, jika hobi berkebun, kamu juga dapat memanfaatkan tanah untuk berkebun sambil menunggu kenaikan capital gain yang maksimal.

4. Permintaan Meningkat dan Persediaan Menipis

Persediaan tanah tidak akan bertumbuh dan bertambah, sedangkan permintaan akan semakin bertambah seiring pertumbuhan penduduk yang membutuhkan lahan tinggal. Menurut prinsip ekonomi dengan semakin banyak permintaan maka akan semakin tinggi juga penawarannya.

5. Minim Biaya Perawatan

Perawatan tanan kosong tentu tidak terlalu menguras kocek ketimbang properti lainnya seperti rumah, apartemen, ruko, dan kantor. Bila properti yang sudah dilengkapi bangunan, tentu ada biaya dan perawatan khusus yang harus dikeluarkan setiap tahunnya.

sumber : dosenekonomi.com